Pengaruh Pendidikan Formal, Non Formal, Dan Informal Terhadap Pengembangan Santri
Pendidikan bertujuan untuk mendidik seseorang untuk mengembangkan kepribadian diri sehingga di masa depanya, ia memiliki keterampilan, pengetahuan, sikap, dan nilai yang berguna bagi dirinya sendiri dan orang lain.
Berdasarkan bentuknya, pendidikan terbagi atas tiga macam, yakni:
- Pendidikan formal
Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang disenggarakan oleh lembaga pendidikan formal barik dari negara atau swasta. Pendidikan formal ini memiliki jenjang pendidikan yang lebih jelas, yakni pendidikan dasar, pendidikan menegah, dan pendidikan tinggi.
- Pendidikan non formal
Pendidikan non formal adalah jalur pendidikan yang diselenggarakan di luar lingkungan pendidikan formal yang biasanya memiliki kurikulum dan berjenjang sehingga lebih terstruktur.
Pendidikan non formal berfungsi untuk mengembangkan potensi peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan yang lebih spesifik.
Di pendidikan non formal ini bisa diselenggarakan di tempat pendidikan yang tidak seperti Taman Pendidikan Al Quran (TPA), Gereja, Sekolah Minggu, dan kursus seperti kursus musik, kursus ekonomi, dan semacamnya.
- Pendidikan informal
Pendidikan informal adalah jalur pendidikan yang dimulai dari keluarga hingga kegiatan belajar mandiri seperti mengamati lingkungan yang dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab.
Dapat dilihat kalau setiap pendidikan memiliki sistem pengajaran yang berbeda sehingga hasil kontribusi terhadap pengembangan individu tentunya berbeda.
Pesantren adalah sebuah asrama pendidikan tradisional, dimana para siswanya semua tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan Kyai dan mempunyai asrama untuk tempat menginap santri. Kata pesantren terdiri dari kata "santri" yang ditambahkan imbuhan "pe" dan akhiran "an". Kata "santri" menurut A.H Johns berasal dari Bahasa Tamil yang berarti guru mengaji. Sedangkan istilah santri digunakan untuk menyebut siswa di pesantren. Pondok Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam tertua yang merupakan produk budaya Indonesia. Keberadaan Pesantren di Indonesia dimulai sejak Islam masuk negeri ini dengan mengadopsi sistem pendidikan keagamaan yang sebenarnya telah lama berkembang sebelum kedatangan Islam. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan yang telah lama berkembang di negeri ini diakui memiliki andil yang sangat besar terhadap perjalanan sejarah bangsa.
Tujuan pendidikan itu ditentukan oleh zaman dan kebudayaan di tempat kita hidup dan tujuan pendidikan itu ditentukan oleh “pandangan hidup” manusia. Karena pandangan hidup manusia berbeda-beda, apa yang hendak dicapai dengan pendidikan itu. Jadi, titik berat yang hendak dituju, berbeda-beda pula.
Proses pendidikan di pondok pesantren adalah full dua puluh empat jam berada di bawah bimbingan dan pengawasan kyai, ustadz-ustadzah, serta pengurus/pembina, sehingga pendidikan yang diberikan kepada santri tidak hanya materi namun juga praktek. Materi dan praktek ilmu yang didapat di pondok pesantren dan dilalui bersama-sama merupakan tujuan dari pendidikan berdasarkan sistem pendidikan nasional maupun tujuan pendidikan dari pondok pesantren itu sendiri serta para santri mendapatkan secara total pembelajaran
Eksistensinya sudah teruji oleh zaman, sehingga sampai saat ini masih survive dengan berbagai macam dinamikanya. Ciri khas paling menonjol yang membedakan pesantren dengan lembaga pendidikan lainnya adalah sistem pendidikan dua puluh empat jam, dengan mengkondisikan para santri dalam satu lokasi asrama yang dibagi dalam bilik-bilik atau kamar-kamar sehingga mempermudah mengaplikasikan sistem pendidikan yang total.
Ketiga aspek yaitu pengetahuan, karakter dan keterampilan sejalan dengan pelaksanaan kurikulum 2013 yang berfokus pada pengetahuan, sikap dan keterampilan. Santri yang telah keluar dari pondok pesantren diharapkan telah memahami beraneka ragam mata pelajaran agama.
Berdasarkan pemaparan sebelumnya maka dapat disimpulkan bahwa pesantren memiliki sumbangsih dalam penanaman iman untuk para santri yang menuntut ilmu di pondok pesantren, suatu yang diinginkan oleh tujuan pendidikan nasional. Kemandirian, sopan santun (budi luhur), kesehatan rohani (seperti tawadhu’ dan zuhud), adalah tujuan-tujuan pendidikan pesantren yang juga merupakan tujuan pendidikan nasional. Karena itu pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah.
Komentar
Posting Komentar